Wawancara dengan Penulis Novel Reach Out to Me, Adinda Amara Kania

by - 15.54



P = Pertanyaan
J = Jawaban

P = Halo, Kak Adinda, ada waktu untuk berbincang sebentar saja mengenai novel Reach Out to Me? ^_^
J = Halo, Mika :D Selalu ada waktu untuk berbincang tentang novel perdana kesayanganku itu. Hehehe :D




P = Selain menulis, apa saja kesibukan Kak Adinda saat ini? :D
J = Yang pasti, selain menulis, aku masih sibuk sekolah.  Selain sekolah? Kayaknya nggak ada. Karena sudah kelas 3 SMA, aku sudah lengser dari OSIS.

P= Begitu, ya. Sebentar lagi kuliah dong. :p Tapi keren karena masih SMA sudah fokus nulis. :D O, iya. Bagaimana sih, Kak, proses kreatif dalam penulisan Reach Out to Me?
J = Proses pembuatan naskah ini cukup asyik :D hahaha, aku menulis konsep awalnya di buku catatan, kemudian pindah ke catatan ponsel, kemudian pindah ke laptop. Yang pertama kutentukan adalah judul, setelah itu nama-nama karakternya (termasuk ciri fisik dan sifat), judul per bab dan deskripsi singkat mengenai apa yang ingin kutulis di bab itu, kemudian barulah naskah keseluruhan.

P = Wah, dari buku catatan, lalu ke ponsel, baru ke laptop. Salute! Untuk penulisannya sendiri, Kak Adinda memerlukan waktu berapa lama? Pasti ada juga dong suka dukanya. Hehe, bolehlah di-share. :D
J = Reach Out to Me kukerjakan hampir satu bulan lebih. Suka dukanya banyak sekali :’) karena itu naskah novel pertamaku setelah sekian lama hanya menulis cerpen dan puisi, rasanya minder sekali (hiks) aku takut salah ini-itu. Sempat berhenti menulis sebentar (kalau tidak salah, aku ‘istirahat’ selama 5 hari) dan ingin berhenti, tidak jadi menyelesaikan naskah. Tetapi … rasanya dihantui naskah kalau tidak kuselesaikan *internal scream*. Dan TADAAA, alhamdullilah setelah kubaca ulang hasilnya cukup memuaskan :D Teman-teman yang sudah beli pun bilang kisahnya berkesan.

P = Alhamdulilah. Mika ikut senang. :D Setelah novel Reach Out to Me, apa Kak Adinda sudah punya rencana untuk menelurkan karya baru?
J = Alhamdullilah setelah Reach Out to Me, novelku yang keluar sudah tiga: Skates and Roses, The Journey Field, dan The Red Joker. Masih banyak naskah yang ingin aku tulis, jadi, pasti bertelur lebih banyak lagi. Hahaha :D

P = Keren. Karyanya makin banyak nih rupanya. Salute! :* O, iya. Sebenarnya Reach Out to Me ini bercerita tentang apa sih, Kak?
J = Tentang Alisa Collins dan kehidupannya setelah kedua orang tuanya bercerai :’) Yang pasti, bab-bab awal menceritakan kesedihan Alisa karena selain berpisah dengan ayahnya, juga berpisah dengan kakak perempuannya. Tetapi, kesedihan itu mulai terobati dengan kehadiran teman-teman barunya.

P = Kenapa memilih judul Reach Out to Me? Apakah judul sudah ditentukan di awal sebelum menulis atau naskah selesai dulu baru mencari judul?
J = Semua naskah kutentukan dulu judulnya :D baru menulis. Judul Reach Out to Me aku pilih karena yang pasti cocok dengan isi ceritanya. Arti “Reach Out to Me” itu “Menjangkau Diriku” atau “Meraihku”, kalau secara bahasa.

P = Di mana asal ide itu muncul sehingga novel Reach Out to Me lahir?
J = Sebenarnya, ide ini muncul setelah aku membaca cerpen mengenai gadis yang ingin bunuh diri karena tidak diperhatikan oleh keluarga dan teman-temannya. Tetapi pada akhirnya, naskahku jauh sekali konsepnya dengan cerpen itu. Alisa (tokoh utamaku) tidak pernah ingin bunuh diri, tidak pernah juga tidak diperhatikan keluarga dan teman-temannya. Yang seirama hanyalah ketika kesedihan sang tokoh utama pudar karena seseorang yang spesial datang dalam hidupnya.

P = Ada hikmah atau pesan gak Kak yang disampaikan dari novel Reach Out to Me?
J = Ada :’) melalui novel ini, aku sangat-sangat ingin menyampaikan bahwa kasih sayang keluarga, kepercayaan antar teman (atau dengan orang yang spesial,? Haha), dan selalu memaafkan itu adalah tiga hal yang sangat penting :’) percuma mendendam sesuatu yang kita tidak bisa ubah. Yang bisa kita lakukan hanya memperbaikinya.

P = Benar sekali Kak Adinda. :* Apakah novel ini murni fiksi atau ada pengalaman pribadi yang terselip? :p
J = Novel ini murni fiksi 100% nggak pakai pemanis buatan :D

P = Ah, masa sih? :p Riset apa saja untuk novel ini?
J = Riset, ya? Hmm …. Sebenarnya, aku tidak banyak riset untuk naskah ini selain membuka atlas untuk menentukan negara bagian mana yang cocok untuk tempat tinggal karakter utamaku (karena Alisa tinggalnya berpindah-pindah).

P = Minat Kak Adinda sebenarnya di genre apa?
J = Kalau bisa, sebenarnya aku ingin menjangkau semua genre. Tetapi, untuk saat ini, aku paling suka menulis naskah dengan tema petualangan, action, dan romance.

P = Bagian yang Kak Adinda suka di novel ini apa?
J = Aku paling suka bagian pengenalan karakter Arthur Willingford. Hahaha. Dia memang karakter favoritku. Kutu buku yang cool, kadang dingin, tetapi sebenarnya peduli.

P = Cowok tipe begitu banyak diinginkan para cewek. :’D Kak Adinda menyukai dunia tulis sejak kapan?
J = Sebenarnya aku suka nulis sejak SD. Tapi, yah, namanya juga anak SD. Tulisanku waktu itu masih sangat abstrak tingkat internasional. Mulai serius menulis, sih, sejak September 2015.

P = Kenapa Kak Adinda memutuskan jadi penulis?
J = Karena aku tidak puas hanya menjadi pembaca :D Aku juga ingin punya dunia lain (haha) dan karakter-karakter yang aku sayang. Asyik sekali menulis. Rasanya punya banyak lorong waktu dan pergi ke tempat yang berbeda-beda dengan karakter-karakter yang kita ciptakan.

P = Ini pertanyaan terakhir dari Mika, ya. Boleh dong Kak Adinda share tips menulisnya untuk pemula yang masih belajar menulis ^^
J = Aku pun masih pemula dan belajar :D Tapi, kalaulah aku boleh berbagi tips, aku menganjurkan agar para penulis baru ini jangan ragu-ragu untuk memulai! Tulis saja ^^ Jangan khawatir dengan kualitas naskahmu. Semakin sering kamu menulis, semakin berkembang kemampuanmu. Dan jangan lupa untuk belajar EBI. Hehehe.

P = Oke, terima kasih, ya, untuk waktunya, Kak Adinda. Sukses terus untuk karya-karya Kak Adinda selanjutnya. ^^

J = Sama-sama, Mika :D Terima kasih ^^



You May Also Like

0 komentar