Wawancara dengan Penulis Novel Pelangi di Langit Mendung, Rositi

by - 03.19

Penulis dan novel Pelangi di Langit Mendung


P = Pertanyaan
J = Jawaban

P = Halo, Kak Rositi, ada waktu untuk berbincang sebentar saja mengenai novel Pelangi di Langit Mendung? :D
J = Halo juga,  Mika. Hehehe,  mari kita ngobrol.

Desain cover by Rizky Dewi Erfiana

P = Selain menulis, apa saja kesibukan Kak Rositi saat ini?
J = Oh, selain menulis, Kakakjuga kerja, kok.

P= Bagaimana sih, Kak, proses kreatif dalam penulisan Pelangi di Langit Mendung? ^^
J =Karena hanya tinggal mengurai cerita yang sudah ada,  jadi terbilang mudah. Sebab,  sebelum menjadi novel,  Pelangi di Langit Mendung sendiri merupakan salah satu cerpen yang tergabung dalam antologi bersama berjudul 'When I Open My Eyes', yang juga masih buku terbitan Loka Media :)

P = Hmm, begitu, ya. :D Untuk penulisannya sendiri, Kak Rositi memerlukan waktu berapa lama? Pasti ada juga dong suka dukanya. Hehe, bolehlah di-share. :D
J = Nah,  ceritanya begini.  Karena pada saat penggarapan novel Pelangi di Langit Mendung, Kakakknya Kakak yang kerja di Korea kebetulan lagi cuti, jadi Kakak sengaja kejar target biar novel Kakak ikut terbang ke Korea. Alhamdulillah, 10 hari selesai. Ya,  meski tetap harus ada revisi.  Kakak banyak belajar menulis dari Kak Devika--selaku salah satu editor Loka Media yang saat itu membantu Kakak :). Suka dukanya sendiri Kakak kerap terbawa emosi ketika tokoh Mendung menderita.  Tak jarang,  Kakak ngetik sambil sesegukan.  Dan finalnya,  Kakak nangis di pojok kasur sambil nekuk tubuh :D. Ini benar-benar nyesek  tapi kalau diingat kok terasa lucu, tapi tetap mengharukan :D

P = Ikut nangis di pojokan. L eh. Setelah novel Pelangi di Langit Mendung, apa Kak Rositi sudah punya rencana untuk menelurkan karya baru?
J = Sebenarnya karya sekaligus rencana banyak. Tinggal menunggu jodoh mereka saja.  Hehehe,  sambil doain,  yah :). Oh iya,  selain novel,  Kakak juga nulis cerpen :). Alhamdulillah,  beberapa di antaranya juga mulai dimuat di media selain antologi bersama :).

P = Alhamdulilah. Semoga semuanya lancar, ya, Kak. :* Sebenarnya Pelangi di Langit Mendung ini bercerita tentang apa sih, Kak?
J = Mmm,  Pelangi di Langit Mendung itu menceritakan seorang wanita super tabah sekaligus tangguh bernama Mendung Srikandi yang hidupnya dipenuhi duka layaknya namanya.

P = Mendung oh mendung. L Kenapa memilih judul Pelangi di Langit Mendung? Apakah judul sudah ditentukan di awal sebelum menulis atau naskah selesai dulu baru mencari judul?
J =Untuk judul sendiri sudah Kakak temukan sekaligus tetapkan saat awal mendapatkan ide cerita. Dan karena jalan ide ceritanya cenderung dipenuhi duka, judul Pelangi di Langit Mendung, sudah bikin Kakak cocok, selain nama tokoh cerita sendiri yang memang Mendung, Langit, jadi tidak ada pilihan lain yang jauh lebih cocok  kecuali judul tersebut :D.

P = Mika suka judulnya. :* Kalau boleh tahu, di mana asal ide itu muncul sehingga novel Pelangi di Langit Mendung lahir?
J = Boleh dibilang idenya terbilang spontan. Kakak sengaja mengambil ide cerita yang kiranya tidak mudah dilupakan. Lalu, Kakak kepikiran untuk menjadikan kenyataan yang sedang ramai diperbincangkan yaitu aksi teror bom di Sarinah MH-Thamrin 14 Januari 2016 kemarin sebagai ide cerpen Pelang di Langit Mendung, bertema 'rindu'untuk event LokaMedia,  saat itu :)

P = Mika masih ingat aksi teror itu. L Ada hikmah atau pesan gak Kak yang disampaikan dari novel Pelangi di Langit Mendung?
J = Banyak. Salah satunya ialah yang dilakukan tokoh Langit pada tokoh Mendung. Tentang kebahagiaan yang terlahir dari hal sederhana, juga cara menyikapi sebuah ketidakadilan :). Jangan sampai nggak baca novel Pelangi di Langit Mendung deh pokoknya :D

P = Apakah novel ini murni fiksi atau ada pengalaman pribadi yang terselip? :p
J = Mmm,  sebenarnya ada beberapa pengalaman pribadinya.  Tapi tentu sebatas karakter :D. Karena jujur saja,  karakter Mendung Srikandi itu karakter Kakak,  hehehe.

P = Wah, ketahuan deh. :p Riset apa saja untuk novel ini?
J = Untuk riset tidak terlalu banyak.  Yang paling Kakak detailkan hanyalah suasana sekitar Sarinah tak terkecuali kafe Starbucks-nya karena fokus final konflik sendiri adalah kematian tokoh Langit  yang menjadi salah satu korban bom pada aksi teror bom 14 Januari silam.  Sekadar riset via internet,  sebab tidak bisa ke sana secara langsung :D

P = Minat Kak Rositi sebenarnya di genre apa?
J = Untuk minat sendiri,  karena Kakak ini tipikal selalu tertantang hal baru, jadi Kakak ingin mencoba semua.Tetapi sepertinya dari semua genre yang sudah Kakak coba,  sad-romanceitu paling cocok untuk Kakak :)

P = Semoga penulisnya gak ikutan galau terus. Eh. :’D Bagian yang Kak Rositi suka di novel ini apa?
J = Sosok Mendung Srikandi yang sangat tabah sekaligus tangguh,  serta sosok Langit yang boleh dibilang, tipikal laki-laki idaman :D

P = Cieee. :p Kak Rositi menyukai dunia tulis sejak kapan?
J = Sebenarnya sejak SMP sudah suka.  Iya,  SMP sudah minat ke nulis meski belum kepikiran jadi penulis :D. Dan ke sini-sini setelah jadi penggemar KPOP,  Kakak jadi tambah sering nulis FF hingga akhirnya diminta bikin novel oleh pembaca  setia :). Itu pun sempat hanya sekadar coba-coba di tahun 2013.  Terhitung mulai serius nulis awal tahun 2016 pun itu gara-gara novel Pelangi di Langit Mendung  dilamar Primed Loka Media :D #senangnyaa :D

P = Mika juga ikut senang. *pelukk. Kenapa Kak Rositi memutuskan jadi penulis?
J = Semua pun tahu bila hidup ini tak seindah drama Korea. Dan karena Kakak memiliki banyak mimpi,  Kakak pun memutuskan untuk jadi penulis. Karena dengan menulis,  kita akan memiliki dunia kita :). Selain itu,  kita juga akan tetap hidup dalam karya tulis meski kita sudah meninggal sekalipun :)

P = Hidup tak seindah drama Korea. Uhuk! :’D Ini pertanyaan terakhir dari Mika, ya. Boleh dong Kak Rositi share tips menulisnya untuk pemula yang masih belajar menulis J
J = Hmmm,  dari pelajaran yang Kakak dapat,  meski kita pemula,  alangkah baiknya kita juga mempelajari dasar menulis selain membaca dan menuangkannya dalam tulisan.  Oh iya,  KBBI  dan EBI sangat membantu ketika kita bimbang menggunakan kosakata :D. Semangat dan tetap berkarya :)

Oke, terima kasih, ya, untuk waktunya, Kak Rositi. Sukses terus untuk karya-karya Kak Rositi selanjutnya. J






You May Also Like

0 komentar