Wawancara dengan Penulis Novel Rainbow After the Rain, Uli Tata
P = Pertanyaan
J = Jawaban
P = Halo, Kak Uli, ada waktu untuk berbincang sebentar saja mengenai novel Rainbow After the Rain? Hehe.
J = Iya Mika, tentu boleh.
P = Selain menulis, apa saja kesibukan Kak Uli saat ini?
J = Saat ini sedang ada kerja sampingan, selain menuntaskan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Riau.
P= Bagaimana sih, Kak, proses kreatif dalam penulisan Rainbow After the Rain?
J = Proses pembuatannya memang cukup rumit, banyaknya halangan seperti waktu, mood,kuliah, ataupun rutinitas lain. Hanya saja komitmen yang membuat saya kuat untuk terus melanjutkan kerangka naskah menjadi satu naskah utuh.
P = Good! ^^ Untuk penulisannya sendiri, Kak Uli memerlukan waktu berapa lama? Pasti ada juga dong suka dukanya. Hehe, bolehlah di-share. :D
J = Penulisan memakan waktu enam bulan, maklum masih penulis yang baru terjun. Hehe. Alhamdulillah ada Mika yang mau memberi masukan, nasihat, dan bimbingan sehingga naskah bisa rapi dan baik untuk dibaca. Suka dukanya, wah ini memang teramat sangat yah, dalam kepenulisan banyak sekali dukanya. Mulai dari hilangnya inspirasi juga terkadang malas yang menghantui. Ataupun waktu yang tidak bisa disesuaikan.
P = Sama seperti Mika, pertama menulis memakan waktu 6 bulan. :’D Setelah novel Rainbow After the Rain, apa Kak Uli sudah punya rencana untuk menelurkan karya baru?
J = Sudah ada rencana, mungkin belum saat ini. Ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan fokus yang tinggi. Sementara disisi lain juga ada hasrat untuk segera melahirkan karya baru. Juga desakan dari beberapa sahabat yang membuat saya ingin sekali berenang ke dunia leterasi lagi. Sukanya, seseorang disana NP, selalu setia untuk menemani berjalan di dunia kepenulisan. Bukan hanya sekadar teman bicara namun dia segalanya.
P = Cieee. Mika tahu siapa itu inisial NP. :p Memang benar, ya, cinta selalu menjadi penyemangat. Uhuk! Sebenarnya Rainbow After the Rain ini bercerita tentang apa sih, Kak?
J = Rainbow After the Rain menceritakan kisah hidup seorang gadis bernama Clara, ditemani oleh sahabat setianya yaitu Cleo. Banyak yang dia alami, indahnya masa remaja, persahabatan yang kental, juga kisah cinta yang rumit hingga harus menghadapi beberapa kali konflik yang akhirnya menemukan titik terang setelah badai menderang.
P = Kenapa memilih judul Rainbow After the Rain? Apakah judul sudah ditentukan di awal sebelum menulis atau naskah selesai dulu baru mencari judul?
J = Judul Rainbow After the Rain dipilih setelah naskah selesai. Melihat alur dan cerita yang akhirnya menemukan titik terang maka di pilihlah judul ini.
P = Di mana asal ide itu muncul sehingga novel Rainbow After the Rain lahir?
J = Ide itu hadir secara bertahap, pelan-pelan datang dari imajinasi. Juga beberapa diambil dari kisah dari beberapa sahabat, juga tentang kehilangan seorang sahabat dekat. Imajinasi dan juga aspirasi sahabat dekat yang menjadikan naskah ini memiliki kisah yang terkesan nyata.
P = Ada hikmah atau pesan gak Kak yang disampaikan dari novel Rainbow After the Rain? ^^
J = Banyak sekali hikmah, terutama bagi saya sendiri. Saya lebih belajar bagaimana cara mencintai baik itu kepada siapa pun, dan belajar menghargai apa yang telah dimiliki.
P = Apakah novel ini murni fiksi atau ada pengalaman pribadi yang terselip? :p
J = Ada percampuran antara fiksi dan pengalaman. Beberapa ada pengalaman pribadi ada juga pengalaman dari beberapa orang.
P = Riset apa saja untuk novel ini? ^^
J = Riset yang dilakukan tempat, latar juga suasana. Juga riset mengenai tokoh juga pendalaman karakter serta pilihan nama yang pantas.
P = Minat Kak Uli sebenarnya di genre apa? ^^
J = Minat saya genre romantic.
P = Bagian yang Kak Uli suka di novel ini apa? :D
J = Bagian ketika Clara kehilangan seorang Reno, yang mencintainya sangat tulus.
P = Ehem! Ehemm! Kak Uli menyukai dunia tulis sejak kapan? ^^
J = Sejak di bangku SMP telah menulis. Pertama menulis Buletin Rohis. Alhamdulillah saya penulis pertama dari siswi perempuan saat itu.
P = Salute! Kenapa Kak Uli memutuskan jadi penulis?
J = Sejak saya didesak oleh sahabat-sahabat saya menulis novel tepatnya satu tahun yang lalu.
P = Ini pertanyaan terakhir dari Mika, ya. Boleh dong Kak Uli share tips menulisnya untuk pemula yang masih belajar menulis. ^^
J = Menulis adalah melatih kesabaran, jadi untuk kita yang baru belajar menulis, jangan pernah lelah merevisi. Sebab karya yang bagus diraih melalui jalan yang terjal juga panjang. Jangan pernah bergantung pada mood. Seorang penulis best seller pernah berkata pada saya "Jika menulis mengikuti mood, tidak usah jadi penulis". Awalnya saya merasa kesal atas ucapannya, namun setelah saya renungkan benar saja apa yang ia katakan. Penulis harus punya target untuk menyelesaikan naskahnya. Dan imajinasi tidak akan bertahan lama. Oleh sebab itu, segeralah menyelesaikan naskah. Juga perlu diingat, bahwa imajinasi hanya bertahan 1-3 bulan saja. Setelah itu akan sulit untuk kembali pada jalan cerita yang kita inginkan. Jangan pernah menyerah, ketika ingin memutuskan mengabaikan naskah ingatlah kembali perjuangan dari awal. Teramat disayangkan jika naskah hanya berakhir pada folder laptop saja. Bangkitlah dan mulai berkarya. You can if you want. Kamu bisa jika kamu mau.
P = Wah, inspiring banget, Kak Uli. Ketjup. :* Oke, terima kasih, ya, untuk waktunya, Kak Uli. Sukses terus untuk karya-karya Kak Uli selanjutnya.



0 komentar