Banyak orang yang mengaku passion-nya adalah menulis, tapi tetap saja saat menulis selalu menemukan masalah sehingga naskahnya tak kunjung selesai. Bagi saya masalah adalah apa yang kauanggap masalah. Hanya berpikir setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, itu pun tergantung kamu mau berusaha menyelesaikannya atau tidak.
Problem yang dihadapi penulis ketika menulis naskah:
Saya sering menemukan penulis yang hobi menulis naskah, satu naskah saja belum selesai, tapi dia sudah membuat naskah yang baru. Alasannya katanya penulis tersebut mudah jenuh. Bahkan sesuatu yang kita sukai saja pasti ada titik jenuhnya. Lalu saya tanya, “Apa hobimu selingkuh naskah itu semua naskah selesai?”
Dia menjawab, “Selesai dong. Soalnya saya punya komitmen.”
Wah, saya cuma melongo takjub. Selama ini saya menulis naskah satu dulu harus selesai baru menulis naskah baru, ini ada penulis yang bisa menyelesaikan tiga naskah secara bersamaan. Amazing. Apa dia tidak takut tokohnya misal tertukar? Dia jawab, “Tidak sama sekali. Kan saya sudah membuat sinopsis per babnya. Yang terpenting niat saya menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.” Begitu katanya.
Nah, untuk kamu yang hobi selingkuh naskah dan mudah jenuh, ternyata itu bukan masalah yang begitu buruk. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, kamu harus membuat sinopsis per bab dulu agar saat kamu lupa, kamu bisa melihat sinopsis per bab ceritamu lagi. Dan yang paling penting, menulis itu harus punya komitmen. Sesuatu yang kamu mulai, kamu juga harus menyelesaikannya. ^_^
- Ide Buntu
Stuck ide adalah salah satu masalah yang sering dialami penulis. Kalau penulis sudah mengalami masalah seperti ini, sebaiknya endapkan dulu saja naskahnya. Yang menyebabkan ide buntu itu boleh jadi karena kamu sering menghabiskan waktu di dalam kamar. Cobalah jalan-jalan ke luar, lihat orang sekeliling, biasanya ide akan datang. Atau duduk sebentar di taman sambil mendengarkan musik dan melihat orang di sekeliling. Duduk di dalam bus sambil melihat lalu-lalang kendaraan, melihat pemandangan di luar. Bisa juga dengan menonton film di bioskop, membaca novel untuk menambah referensi.
Mudah-mudahan dengan cara itu bisa mendatangkan ide. ^_^
- Menulis Selalu Mengandalkan Suasana Hati/mood
Sampai saat ini, masalah ini adalah yang paling banyak penulis alami seperti saya. Pernah bertanya pada penulis senior, solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan DIPAKSA. Meski saya awalnya kurang setuju dengan pendapat beliau, karena kalau kita menulis dengan terpaksa pasti hasilnya akan jelek, begitu pikiran saya saat dulu. Penulis senior lalu tersenyum, “Kalau menulis selalu mengandalkan suasana hati, kapan naskahmu selesainya? Mau nunggu Tere Liye mengeluarkan buku solonya yang ke-100? Awalnya kita paksa nulis, agar tidak malas. Dan lama-lama akan terbiasa.”
Setelah mendapat nasihat dari sang guru, akhirnya saya pun setuju dengan pendapat beliau. DIPAKSA agar TERBIASA.
- Banyak Pekerjaan atau Tugas Kuliah
Banyak penulis yang mengeluh tidak bisa menulis gara-gara banyak pekerjaan di kantor atau tugas kuliah. Dulu pernah berbincang dengan penulis wanita, dia sudah menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak, menulis novel, menulis skenario, nge-Blog. Lantas, bagaimana cara dia mengatur waktunya?
Dia menjawab, “Sebagai penulis kita bukan hanya pintar menulis saja. Tapi juga harus pintar mengatur waktu. Kapan waktunya menulis novel, kapan waktunya menulis skenario, kapan waktunya nge-Blog, kapan waktunya mengerjakan pekerjaan kantor. Ada baiknya semua dijadwal.” Justru bagi saya juga, ide selalu berdatangan saat dihujani kesibukan. Yang paling penting jangan mengeluh, cintai apa yang kamu kerjakan.
- Bingung Menentukan ending cerita
Seperti sudah dijelaskan di kiat-kiat menulis novel, biasanya sebelum menulis naskah pasti kita sudah menentukan endingcerita yang kita tulis. Apakah sad,happy, menggantung, atau never ending. Namun ketika kamu bingung menentukan ending,cobalah buat tiga ending. Happy, saddan menggantung. Kemudian kamu bandingkan, manaendingyang lebih cocok. Jika masih bingung juga, mintalah pendapat teman-temanmu.
- Cerita Kurang Menarik
Ada beberapa penulis yang sering mengalami cerita yang ditulisnya tidak menarik. Baca baik-baik, ya. CINTAI APA YANG KAMU TULIS. KALAU PENULISNYA SAJA TIDAK JATUH CINTA DENGAN CERITA YANG DITULISNYA, BAGAIMANA PEMBACA?
- Semangat di awal, tapi tertabrak malas di pertengahan
Penulis yang mengalami masalah seperti ini, coba tanyakan pada diri sendiri. Apa motivasimu menulis?
Motivasimulah yang akan mendorongmu untuk semangat menulis lagi. Jika masih malas juga, coba bikinchallengesdengan temanmu. Menulis novel DL-nya tiga bulan. Jika naskah tidak selesai, yang menang memberi hukuman pada yang kalah. Ini adalah salah satu cara agar kamu semangat menulis lagi. Dekati penulis yang produktif. Jangan dekati penulis yang malas. Karena virus malas paling cepat menyebarnya.
Salam Karya,
Tim Lokamedia ^_^

0 komentar