Memulai Menulis

by - 07.23



Bagaimana memulai menulis? Jawabannya ya menulis!

Tapi memang ada hal-hal yang harus dilakukan untuk membuat kita terbiasa menulis. Membuat menulis menjadi suatu kebiasaan. Caranya? Simak!

1. Singkirkan semua godaan

Godaan yang bisa membuatmu berpaling dari menulis. Internet, jalan-jalan, nonton, main ke rumah teman, camilan, hp... Singkirkan semua itu! Cabut modem, matikan televisi, nonaktifkan hp, tutup toples makanan, dan kalau ada teman yang mengajak pergi, katakan, “Maaf, ya, aku lagi sibuk!” (Sibuknya sibuk betulan menulis lho, ya, bukan pura-pura!) Mungkin langkah-langkah ini kelihatan terlalu ekstrem, tapi percayalah, penulis artikel ini sudah mempraktekkannya sendiri. Ketika kuota habis dan tidak bisa internetan, dompet kosong tak bisa pergi jalan-jalan, pulsa ludes tak bisa telepon atau SMS, semua teman kesulitan mengambil hari libur, tak punya camilan untuk dimakan, sampai televisi rusak, semua itu punya hikmah tersendiri. Hanya Microsoft Word yang bisa berfungsi dan itu adalah suasana yang sangat mendukung untuk menulis (mau tidak mau jadi rajin). Tentu kamu tidak perlu berubah jadi miskin untuk rajin menulis. Hanya perlu menyingkirkan semua godaan-godaan tadi. 


2. Niat

Katakan dalam hati kalau aku niat menulis! Segala sesuatu kalau sudah dilandasi dengan niat yang kuat biasanya akan berhasil. Soal ibadah, salat, puasa, zakat, haji, semua dimulai dengan niat. Bersedekah juga tergantung niatnya. Untuk menulis juga harus niat.

3. Doa

Doa itu penting, karena kita selalu mengingat dan menyebut nama Tuhan di dalamnya. Coba katakan dengan jujur, siapa yang sebelum menulis selalu berdoa lebih dulu? Ingat tidak saat sekolah, sebelum pelajaran dimulai bapak/ibu guru selalu meminta kita berdoa, entah itu bersuara atau pun di dalam hati? Mungkin tanpa sadar terkadang kita menyepelekan rutinitas ini. Akibatnya, setelah tidak lagi bersekolah (lulus) sebagian dari kita jarang atau bahkan tidak pernah berdoa lagi (sebagian lho, ya, bukan semua ). Berdoa hanya pada saat salat atau ibadah lain, mau makan, mau tidur, ketika akan melakukan perjalanan jauh, atau dalam situasi yang menakutkan. Berdoa sebelum membuka laptop untuk memulai menulis juga tak kalah penting. Karena dengan demikian Tuhan akan melindungi kita dari godaan setan yang terkutuk, eh, salah... dari godaan menulis yang terkutuk. Yuk, biasakan berdoa sebelum menulis!

4. Menulis

Tahap keempat yang harus dilakukan hanyalah: MENULIS DARI AWAL SAMPAI AKHIR!

5. Puji diri sendiri

Ketika kamu berhasil menyelesaikan satu tulisan, satu cerpen, satu novel atau jenis tulisan apa pun—tidak peduli hasilnya baik atau buruk—kamu perlu memuji diri sendiri. Eittss, tunggu dulu! Ini tidak bermaksud narsis, ini berbeda dengan memuja diri sendiri. Kita sebagai manusia pasti ingin dihargai. Tapi penghargaan pertama harus datang dari sendiri (kalau kita tidak bisa menghargai diri sendiri, bagaimana orang lain mau menghargai kita?). Hargai diri sendiri dengan mengatakan dalam hati, “Kamu hebat bisa menyelesaikan tulisan ini! Satu tulisan sudah berhasil kamu selesaikan, jadi kamu pasti bisa menyelesaikan tulisan kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya! Ayo semangat! Semangat!” Nah, pujian pada diri sendiri ini sekaligus berfungsi menyemangati diri sendiri, jadi kita tidak akan bergantung pada orang lain untuk masalah “semangat menulis”. Tapi ingat, jengan berlebihanm jangan kebablasan!

(Liana Safitri)

You May Also Like

0 komentar