Internet Bagi Penulis: Antara Bantuan dan Godaan

by - 21.17



Keberadaan internet bagi penulis sebenarnya bantuan atau godaan, sih? Ya itu tergantung bagaimana cara kita menggunakannya. 

Internet merupakan bantuan yang luar biasa bagi penulis masa kini karena melalui internet kita bisa mendapatkan berbagai manfaat. Informasi melimpah dari si Google atau si Yahoo, sehingga ketika kita membutuhkan bahan untuk tulisan tinggal cari melalui jalan ini. Alamat penerbit dan syarat-syarat kirim naskah langsung bisa kita ketahui dengan meluncur ke website penerbit yang bersangkutan. Tips-tips menulis, langkah-lagkah menulis, atau bentuk berbagai jenis tulisan juga dapat dengan mudah kita dapatkan di internet. Profil para penulis top dan pengalaman jatuh bangunnya yang sangat menginspirasi pun bisa diperoleh dengan mudah lewat internet. Informasi lomba atau event-event menulis hampir setiap hari mondar-mandir di beranda Facebook. Kita bisa berteman dengan orang-orang yang satu minat, sama-sama suka menulis dan berbagi pengalaman. Sampai kita jadi bingung, mau ikut yang mana, ya? (Padahal naskah sendiri terbengkalai!) Itu adalah sebagian kecil bantuan-bantuan yang bisa penulis dapatkan dari internet.

Godaannya?

1. Membaca berita yang sebenarnya tidak terlalu penting (yang isinya lelucon, sumbernya tidak jelas, atau berisi gosip).
2. Nonton MV atau drama di Youtube sampai keterusan atau lupa waktu. “Aku cuma mau nonton MV Xiah Joon Suh terbaru, lima menit saja ....” Tapi malah keterusan nonton drama Korea terbaru sampai dua puluh episode secara maraton.

3. Buka Facebook

Tadinya mau masuk ke grup menulis, tanya kata “memberi tahu” itu yang benar disambung atau dipisah? Yang benar “memberi tahu” atau “memberitahu”? Karena belum ada anggota grup yang memberi jawaban, lihat-lihat beranda. Ada info lomba menulis cerpen di majalah XYZ, lalu share dan pasang status, “Pengen ikut lomba ini, tapi naskahku sendiri belum kelar-kelar ... huhu.” Aduh ... yang begini ini... tolonglah STOP MENGELUH DI FACEBOOK! Masalahmu, tulisanmu, tak akan selesai hanya dengan meratap di Facebook. Mengeluh hanya akan menunjukkan betapa rapuh dirimu. Dan sebaik-baiknya tempat mengadu adalah Tuhan! Daripada mengeluh, lebih baik buka Microsoft Word dan mulai menulis!


4. Debat kusir 

Buka Facebook pasang status: Pejabat ABC tukang ingkar janji, bisanya korupsi, tipu sana tipu sini, hobinya piknik ke luar negeri, tapi rakyatnya mati kelaparan karena nggak punya nasi!!!

Komentar 1: Eh, jangan sok tahu deh, lo! Pejabat ABC masih lebih baik daripada pilihan lo, Pejabat DEF! Pidato aja pake teks!

Komentar 2: Mending pejabat DEF, pidato pake teks tapi nggak pernah curi uang rakyat! Pejabat ABC pinter ngomong doang!

Komentar 3: Ah, Pejabat ABC sama Pejabat DEF nggak ada bedanya! Nggak ada yang memihak rakyat!

Komentar 2: ...

Stop! Debat kusir begini tidak akan ada akhirnya. Biasanya hanya akan saling memaki dan mencela, apalagi yang berbau politik. Sekarang kamu mau jadi penulis atau mau jadi politikus? 

5. Dari tadi mau nulis, tapi kok idenya sembunyi terus? Ambil ponsel, foto halaman word yang kosong, unggah di Facebook, “Betapa sulitnya menulis.” Eh, jangan lupa, calon penulisnya juga harus foto dulu. Selfie. 

Mulut monyong, lidah melet, elus rambut, kedip mata.
Nah, itulah beberapa bantuan dan godaan internet bagi para penulis. Ada yang mau menambahkan? Yuk, gunakan internet dengan bijak!

(Liana Safitri)


You May Also Like

0 komentar