Mendalami Karakter Dalam Novel

by - 12.36


Mendalami Karakter Dalam Novel

Sekarang mari kita mendalami dengan membuat sebuah cerita dengan mendalami karakter. Apa itu karakter. Karakter adalah ujung tombak dari sebuah kisah. Melalui karakter, pengarang menceritakan kisah. Melalui karakter, pembaca memutuskan, apakah saya mempercayai kisah ini atau tidak. Dari karakter pula, sebuah cerita dipandang hidup atau sekadar pelengkap saja. Nah, apakah karakter itu harus selalu memiliki sifat baik, untuk disukai banyak orang? Jawabannya, tidak.

Ambil contoh karakter dalam novel Beautiful Liar karya Dyah Rinni. Dalam novel tersebut menceritakan mengenai Lunetta atau Lulu, yang memiliki salah satu dari Seven Deadly Sins alias tujuh dosa pokok. Seperti judulnya, Si Lulu ini memiliki sifat Liar alias pembohong ulung. Secara logika, manusia cenderung menghindari orang-orang yang memiliki sifat ini, tapi Dyah Rinni sanggup membuat karakter Lulu, loveable dengan segala keramahannya. Memang, di balik sifat pembohongnya tersebut, Lulu, memiliki kisahnya sendiri, sehingga dia memiliki sisi baik yang membuat pembaca simpati. 

Lalu, bagaimana menciptkan karakter yang loveable? Mudah. Buatlah karakter yang membumi alias benar-benar ada dalam kehidupanmu. Cobalah mengenal temanmu lebih dalam atau perhatikan setiap orang yang kalian temui dengan saksama. Pasti ada beberapa orang yang memiliki karakter unik, meskipun pada dasarnya ia sama sekali tidak menonjol. 

Kalau sudah ketemu dengan satu karakter yang menurut kamu unik, perhatikan cara dia berbicara. Cari tahu, apa keunikan yang ia miliki sehingga orang lain, ketika berbicara dengannya merasa nyaman. Apakah dia orang yang ceria? Orang yang mampu mendengarkan orang lain? Atau justru yang menarik dari dia adalah kerapuhannya? Ayolah, orang yang menyenangkan tidak selalu orang yang supel dan ceria, bukan? Kalau memang seperti itu, berarti karakter seperti Bella Swan dalam novel The Twilight sudah lama tidak ada dan akhirnya, Edwar Cullen juga tidak akan pernah muncul untuk merasa “penasaran” terhadap Bella.

Menjadi seorang penulis, itu berarti menjadi seorang pengamat juga. Kita harus pintar-pintar menggunakan semua indera yang kita miliki, untuk menciptkan sebuah cerita yang hidup. Ada yang bilang, penulis juga sebagai Tuhan kecil bagi karakter yang kita ciptakan. Banyak loh penulis yang menciptakan karakter dari orang-orang yang dia kenal.
Kalau ada waktu senggang, usahakan pergi ke tempat yang ramai, duduk sembari memerhatikan orang-orang sekitar. Catat segala hal yang kalian temui dalam buku karakter. Kumpulkan menjadi satu, kemudian hidupkan. 

Patokan dalam memberi tampilan fisik dan sifat luar harus mengacu pada sifat utama atau kepribadian yang dimiliki oleh setiap karakter. Jangan sampai bentrok. Misalnya, karakter A memiliki sifat melankolis, tapi dia sangat menyukai musik metal. Atau si penakut tapi hobinya memanjat tebing. Hati-hati ya dalam menciptakan karakter. Tentunya, dalam menulis karakter pun harus sesuai antara deskripsi dan dialog.

Saya pernah membaca sebuah novel. Dalam novel tersebut, si penulis menjelaskan bahwa karakter A memiliki sifat pemalu, minder, dan tidak percaya diri. Tapi, dari dialog-dialog yang dia tuliskan, karakter A sangat jauh dari apa yang ia deskripsikan. Dalam kehidupan sehari-hari karakter A, dia banyak bicara, mudah bergaul dengan orang lain, dan ceria. Hal ini sangat bertolak belakan.
Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, menciptakan karakter harus membumi dan tidak semua toko protagonis itu baik. Berikan kelemahan dan kelebihan pada karaktermu, sesuai dengan sifat asli manusia. Sehingga, karaktermu akan terasa benar-benar hidup dan akan mudah dikenali oleh pembaca.

Karakter juga harus berkembang. Kita ambil contoh lagi, Bella. Pada awalnya dia gadis yang rapuh, tapi pada akhirnya dia menjadi gadis yang kuat demi melindungi orang yang dicintainya. Dengan menciptakan karakter yang kuat, cerita yang kita suguhkan pun akan terasa lebih nyata.
Nah, sudah punya bayangan bagaimana karaktermu? Untuk itu, mari kita belajar mendalami karakter dengan tugas di bawah ini.

Tugas
Pertama, buatlah lembar fisik karakter, berisi semua ciri-ciri fisik karaktermu. Nama lengkap, nama panggilan, tempat-tanggal lahir, warna rambut, warna mata, perawakan tubuh, dll.
Kedua, buat lembar psikis karakter, berisi semua sifat karakter kamu. Seperti: Hobi, status sosial, warna kesukaan, lagu favorit, film kesukaan, cita-cita, dll.

Ketiga, lembar kepribadian. Tentukan karaktermu termasuk golongan mana. Memiliki sifat melankolis, plegmatis, sanguinis, atau koleris? Dia introvert atau ekstrovert? Ceritakan masing-masing karaktermu, ketika menghadapi situasi di bawah ini.
Karaktermu sedang duduk di sebuah restoran selama lebih dari 30 menit. Dia sudah mengulang pesanannya dua kali. Tapi, sampai saat ini pesanannya belum diantarkan. Di luar, orang tampak lalu lalang, berlari kecil menghindari hujan turun. Apa yang akan dilakukan oleh karaktermu?


You May Also Like

0 komentar