• Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Catatan kecilku 2

facebook google twitter tumblr instagram linkedin





Setelah berhasil menyelesaikan buku Reach Out to Me bulan Februari lalu, saya tidak habis pikir bagaimana bisa saya sampai ‘terjerumus’ ke dunia literasi yang bahkan tidak pernah dicatat dalam salah satu mimpi saya semenjak SD. Dulu mimpi saya menjadi arsitek, dokter, segala yang berbau MIPA. Sampai masuk SMA pun, tidak terpikir akan termotivasi menulis seperti sekarang. Saya memang masuk ke organisasi yang mengurus mading dan majalah sekolah … tetapi, ya, hanya ikut saja. Tidak ada keinginan lebih.

    Sampai tiba-tiba saja, entah mendapat ilham apa, di bulan September 2015 saya tertarik mengikuti sebuah lomba menulis cerpen. Saat itu, saya yang belum tahu apa-apa tentang menulis iseng-iseng saja, bahkan sempat menganggap cetek (jangan ditiru :D) karena saya tergiur dengan hadiah bagi para pemenang.

  Karma memang sungguh ada. Ketika tidak serius dan menganggap gampang, saya kalah. Seharusnya, bila saat itu pikiran saya masih waras, saya tidak menangis. Toh, saya tidak berusaha dan membuat cerpennya asal. Mengapa menangis? Memang salah saya, kok. Tetapi, nyatanya saat kalah saya memang menangis. Menyesal karena tidak belajar terlebih dahulu. Ditambah lagi, saat itu saya masih jarang membaca buku, bahkan tergolong anak yang malas dan pusing ketika melihat tumpukan halaman tanpa gambar.

   Setelah lomba cerpen bertema hijrah tersebut, saya sempat ingin mundur. Hahaha, kalau dipikir-pikir, saya belum berusaha apa-apa, ya, saat itu. Namun sebuah lomba cerpen muncul lagi, kali ini temanya tentang kerinduan. Hadiahnya tidak seberapa, yang menarik saya untuk kembali ikut adalah … entah, mungkin bisa dibilang rasa penasaran.

   Kesempatan kedua ini tidak saya pakai untuk main-main lagi. Saya membaca beberapa rujukan, novel, dan kiat-kiat di internet untuk membuat naskah yang cukup bagus, dan … congrats! Ternyata saya masuk sebagai kontributor.

  Saya senang bukan main saat itu dan mulai bersemangat menulis kembali. Saya benar-benar bersyukur karena rasa penasaran yang menggiring saya kembali ke dunia literasi. Kalau tidak, mungkin saya tidak akan menyelesaikan buku Reach Out to Me dan dua naskah yang kini sudah saya kirim ke penerbit (masih proses, doakan, ya!). Selain jadi sering menulis, saya pun jadi addictmembaca. Saya sendiri tidak percaya. Saya yang sebelumnya malas-malasan dan sering menumpuk buku hingga berdebu, kini menghabiskan novel dengan waktu cepat. Kemarin saya membeli beberapa novel dan salah satunya saya habiskan dalam waktu … satu jam.

   Tetapi, saya sangat sedih karena tidak bisa melakukan dua kegiatan terbaik itu setiap saat. Saya masih murid SMA dan … ya, bisa dibilang saya salah satu aktifdi sana. Saya anggota OSIS dan Buana Pelajar, ditambah lagi, karena beberapa guru tahu saya penulis, saya mendapat jobini-itu. Hahaha, maaf kalau curhat: sebenarnya saya sempat marah karena disuruh-suruh melulu. Saya harus mewawancarai tokoh-tokoh terkenal di kota saya, saya juga diikutsertakan dalam pembuatan buku 60 tahun sekolah. Lalu, naskah saya kapan bisa dikerjakan lagi kalau begitu?
  Yah, itulah salah satu dampak positif dan dampak yang cukup memusingkan (haha, tetapi saya mengerjakan tugas dari guru-guru itu, lho) dari riwayat kepenulisan saya. Menyenangkan. Namun yang pasti, kini saya tahu passionhidup saya. Memang saya tidak akan melanjutkan kuliah ke jurusan yang berbau sastra, tetapi saya akan selalu mencintai dunia literasi dan tetap akan menulis.

   Reach Out to Me saya persembahkan untuk kalian yang merasa bahwa sakit hati itu tidak mudah disembuhkan, untuk kalian yang merasa kesepian di tengah keramaian, dan untuk kalian yang membutuhkan bahu seseorang untuk bersandar. Tenang, kawan-kawan, pada akhirnya, Alisa (tokoh utama Reach Out to Me) mendapatkan kebahagiaan setelah segala musibah yang terjadi pada dia dan keluarganya. Jadi, bagaimana kalau kalian juga mulai menjemput kebahagiaan tersebut seperti Alisa? :)



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Ada yang mau jadi penulis novel? Baiklah, saya akan berikan sedikit kiat-kiat menulis novel. Saya nggak mau jelasin teori panjang lebar. Karena di Google sudah banyak info cara membuat novel yang baik dan benar. Baiklah, setelah saya jelaskan sedikit poin-poinnya. Nanti saya kasih kamu latihan, ya. ;)
Cara membuat novel:
1. Kamu harus tahu dulu apa yang ingin kamu tulis
2. Tentukan temanya apa
3. Buat penokohan serta karakternya
4. Siapkan konflik dan penyelesaiannya.
5. Tentukan setting. Kamu harus melakukan riset. Bisa cari artikel di Google dan bandingkan, bisa juga tanya teman yang sudah pernah berkunjung ke tempat yang akan kamu jadikan sebagai objek.
6. Untuk penulis pemula, lebih aman menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu.
7. Dan ini yang paling penting, tulislah apa yang kamu sukai. Saya, dulu saat menulis novel pertama, saya menulis berdasarkan pengalaman sendiri, itu lebih mudah. Tidak perlu cerita yang wow, pelan-pelan saja, nikmati proses. Karena baru belajar.
8. Ada beberapa macam ending. Biasanya saat kita sudah menemukan tema dan konfliknya, kita sudah terpikirkan ending-nya seperti apa. Tapi boleh jadi saat ditulis, ending yang kita inginkan biasanya harus diubah karena saat ditulis biasanya berbeda dengan apa yang sudah direncanakan. Jujur saja saya suka ending yang menggantung, tapi lebih bagus sih never ending. :D
9. Menulis bab satu kamu bisa memulai dengan pengenalan tokoh atau langsung konflik.
10. Ada dua tipe penulis, penulis A biasanya menggunakan sinopsis per bab. Sedangkan penulis B biasanya menulis mengalir tanpa sinopsis per bab. Dulu, saat pertama kali menulis novel saya adalah tipe penulis B. Karena semua cerita, tokoh, karakter dll, sudah tergambar jelas. Tapi ketika saya mulai menulis naskah ketiga, saya menggunakan sinopsis per bab, karena takutnya tokoh tertukar, saya tiba-tiba lupa, karena sudah menulis dua naskah. Hehe.


Oke, itu saja penjelasan dari saya. Dan ini latihan buat kamu yang sudah membaca artikel ini. ^_^
Mulai dari sekarang, coba kamu buat draft seperti ini, ya.
1. Tema
2. Penokohan serta karakter
3. Setting yang dipakai
4. Konfliknya apa
5. Ending-nya apa (sad, happy, atau menggantung) dan ceritakan ending-nya.
Kemudian kamu buat bab pertamanya, bisa dimulai dari pengenalan tokoh, atau konflik. Selamat menulis. ^_^



Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar

Mendalami Karakter Dalam Novel

Sekarang mari kita mendalami dengan membuat sebuah cerita dengan mendalami karakter. Apa itu karakter. Karakter adalah ujung tombak dari sebuah kisah. Melalui karakter, pengarang menceritakan kisah. Melalui karakter, pembaca memutuskan, apakah saya mempercayai kisah ini atau tidak. Dari karakter pula, sebuah cerita dipandang hidup atau sekadar pelengkap saja. Nah, apakah karakter itu harus selalu memiliki sifat baik, untuk disukai banyak orang? Jawabannya, tidak.

Ambil contoh karakter dalam novel Beautiful Liar karya Dyah Rinni. Dalam novel tersebut menceritakan mengenai Lunetta atau Lulu, yang memiliki salah satu dari Seven Deadly Sins alias tujuh dosa pokok. Seperti judulnya, Si Lulu ini memiliki sifat Liar alias pembohong ulung. Secara logika, manusia cenderung menghindari orang-orang yang memiliki sifat ini, tapi Dyah Rinni sanggup membuat karakter Lulu, loveable dengan segala keramahannya. Memang, di balik sifat pembohongnya tersebut, Lulu, memiliki kisahnya sendiri, sehingga dia memiliki sisi baik yang membuat pembaca simpati. 

Lalu, bagaimana menciptkan karakter yang loveable? Mudah. Buatlah karakter yang membumi alias benar-benar ada dalam kehidupanmu. Cobalah mengenal temanmu lebih dalam atau perhatikan setiap orang yang kalian temui dengan saksama. Pasti ada beberapa orang yang memiliki karakter unik, meskipun pada dasarnya ia sama sekali tidak menonjol. 

Kalau sudah ketemu dengan satu karakter yang menurut kamu unik, perhatikan cara dia berbicara. Cari tahu, apa keunikan yang ia miliki sehingga orang lain, ketika berbicara dengannya merasa nyaman. Apakah dia orang yang ceria? Orang yang mampu mendengarkan orang lain? Atau justru yang menarik dari dia adalah kerapuhannya? Ayolah, orang yang menyenangkan tidak selalu orang yang supel dan ceria, bukan? Kalau memang seperti itu, berarti karakter seperti Bella Swan dalam novel The Twilight sudah lama tidak ada dan akhirnya, Edwar Cullen juga tidak akan pernah muncul untuk merasa “penasaran” terhadap Bella.

Menjadi seorang penulis, itu berarti menjadi seorang pengamat juga. Kita harus pintar-pintar menggunakan semua indera yang kita miliki, untuk menciptkan sebuah cerita yang hidup. Ada yang bilang, penulis juga sebagai Tuhan kecil bagi karakter yang kita ciptakan. Banyak loh penulis yang menciptakan karakter dari orang-orang yang dia kenal.
Kalau ada waktu senggang, usahakan pergi ke tempat yang ramai, duduk sembari memerhatikan orang-orang sekitar. Catat segala hal yang kalian temui dalam buku karakter. Kumpulkan menjadi satu, kemudian hidupkan. 

Patokan dalam memberi tampilan fisik dan sifat luar harus mengacu pada sifat utama atau kepribadian yang dimiliki oleh setiap karakter. Jangan sampai bentrok. Misalnya, karakter A memiliki sifat melankolis, tapi dia sangat menyukai musik metal. Atau si penakut tapi hobinya memanjat tebing. Hati-hati ya dalam menciptakan karakter. Tentunya, dalam menulis karakter pun harus sesuai antara deskripsi dan dialog.

Saya pernah membaca sebuah novel. Dalam novel tersebut, si penulis menjelaskan bahwa karakter A memiliki sifat pemalu, minder, dan tidak percaya diri. Tapi, dari dialog-dialog yang dia tuliskan, karakter A sangat jauh dari apa yang ia deskripsikan. Dalam kehidupan sehari-hari karakter A, dia banyak bicara, mudah bergaul dengan orang lain, dan ceria. Hal ini sangat bertolak belakan.
Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, menciptakan karakter harus membumi dan tidak semua toko protagonis itu baik. Berikan kelemahan dan kelebihan pada karaktermu, sesuai dengan sifat asli manusia. Sehingga, karaktermu akan terasa benar-benar hidup dan akan mudah dikenali oleh pembaca.

Karakter juga harus berkembang. Kita ambil contoh lagi, Bella. Pada awalnya dia gadis yang rapuh, tapi pada akhirnya dia menjadi gadis yang kuat demi melindungi orang yang dicintainya. Dengan menciptakan karakter yang kuat, cerita yang kita suguhkan pun akan terasa lebih nyata.
Nah, sudah punya bayangan bagaimana karaktermu? Untuk itu, mari kita belajar mendalami karakter dengan tugas di bawah ini.

Tugas
Pertama, buatlah lembar fisik karakter, berisi semua ciri-ciri fisik karaktermu. Nama lengkap, nama panggilan, tempat-tanggal lahir, warna rambut, warna mata, perawakan tubuh, dll.
Kedua, buat lembar psikis karakter, berisi semua sifat karakter kamu. Seperti: Hobi, status sosial, warna kesukaan, lagu favorit, film kesukaan, cita-cita, dll.

Ketiga, lembar kepribadian. Tentukan karaktermu termasuk golongan mana. Memiliki sifat melankolis, plegmatis, sanguinis, atau koleris? Dia introvert atau ekstrovert? Ceritakan masing-masing karaktermu, ketika menghadapi situasi di bawah ini.
Karaktermu sedang duduk di sebuah restoran selama lebih dari 30 menit. Dia sudah mengulang pesanannya dua kali. Tapi, sampai saat ini pesanannya belum diantarkan. Di luar, orang tampak lalu lalang, berlari kecil menghindari hujan turun. Apa yang akan dilakukan oleh karaktermu?


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Loka Media adalah penerbit yang bergerak di jalur indie, tapi penerimaan naskah menggunakan sistem seleksi seperti mayor.

Alamat:

Jl, Mampang Prapatan 2, No. 45 D
Jakarta Selatan
12790
0838-1519-3962

E-mail: redaksilokamedia@gmail.com

Instagram: loka_media
Fanspage: Penerbit Loka Media
Facebook: Loka
Wattpad: @lokamedia






CARA PESAN BUKU

Saat ini kami masih menggunakan sistem POD (Print on Demand), di mana cetak sesuai permintaan. Pemesanan buku harus menunggu proses cetak dulu maksimal 10 hari. Setelah selesai cetak, baru dikirim ke pemesan.


Format Pesan



Pesan_JudulBuku_Jumlah_Nama_Alamat Lengkap_No. HP_Kode Pos

Kirim ke:



Facebook: Loka
Fanspage: Penerbit Loka Media
Instagram: loka_media
atau
WA: 0819-3740-4815












Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Kiat-kiat Menulis Cerpen

1. Tentukan genre
Apa itu genre? Genre adalah aliran dalam cerpen. Bisa dibilan jenis cerpen. Ada beberapa genre yang wajib diketahui yaitu: Romance, Comedy, Horor, Thriller, Fantasy dan Action.

2. Tentukan tema
Apa itu tema? Tema adalah inti sebuah cerita yang kita tulis. Inti permasalah yang dibahas dalam tulisan.

3. Tentukan nama tokoh
Sebuah tulisan kalau tidaka ada tokoh-tokoh di dalamnya tentu sangat aneh. Oleh karena itu, kita harus menentukan nama-nama tokoh dalam tulisan kita beserta peranannya.

4. Tentukan setting
Apa itu setting? Setting meliputi tempat, waktu dan keadaan. Terutama tempat, sangat penting bagi tulisan kita mencantumkan nama tempat. Cerita yang kita buat itu di mana tempat kejadiannya. Apa di Surabaya? Jakarta? Atau Bandung?

5. Tentukan POV.
Apa itu POV? POV adalah sudut pandang dalam tulisan kita. Ada 3 POV.
POV orang pertama: Di sini menggunakan sudut pandang orang pertama. Di mana si penulis menjadi tokoh utama dalam tulisan itu. Di tulisan ini memakai kata ganti ‘aku’ sebagai si tokoh utama.

POV orang kedua: Di sini menggunakan sudut pandang orang kedua. Di mana si penulis berlaku sebagai narator/orang kedua yang menceritakan orang lain sebagai tokoh utama. Di tulisan ini biasanya memakai kata ganti ‘kamu’ untuk merujuk ke tokoh utama.

POV orang ketiga: Di sini menggunakan sudut pandang orang ketiga. Di mana si penulis menjadi orang luar yang hanya mengendalikan tokoh-tokoh dalam tulisannya. Di tulisan ini memakai nama tokoh, kata pengganti ‘dia’ atau ‘ia’.

6. Tentukan alur.
Apa itu alur? Alur adalah jalan cerita tulisan kita. Ada tiga macam alur, alur maju dan alur mundur. Alur maju adalah jalan cerita yang kita tulis maju ke depan. Sedangkan alur mundur adalah jalan cerita yang kita tulis mundur ke belakang. Lalu ada alur gabungan yang merupakan gabungan dari alur maju dan mundur.

7. Buat sinopsis.
Sinopsis adalah ringkasan cerita mulai dari awal sampai akhir.


8. Tentukan konflik.
Konflik adalah sebuah keadaan dalam keadaan yang memancing emosional pembaca dan membuat pembaca geregetan.

9. Tentukan penyelesaian.
Sebuah konflik tentu harus dicari penyelesaiannya. Dan buat jebakan dalam penyelesaiannya ini biar pembaca tidak bisa menebak.

10. Tentukan ending.
Ending adalah akhir cerita yang kita tulis. Ada tiga macam ending. Sad ending berarti berakhir sedih. Happy ending berarti berakhir bahagia. Dan ending menggantung yang berarti berakhir menggantung, masih belum selesai.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Halo, Sobat Loka. Bagi kamu yang ingin belajar menulis dan merasa masih
pemula ingin sekali menerbitkan buku hasil karya sendiri. Loka Media
membuka "Kursus Menulis Online" berbayar Rp50.000. Kelas akan
berlangsung selama sebulan. Seminggu 3 kali pertemuan (untuk jadwal nanti
kita diskusikan).
Jadi, total 12 kali pertemuan,. Kelas akan diadakan di facebook lewat grup
rahasia. Karena ini awal, maka kami batasi pesertanya maksimal 10 orang saja
yang nantinya akan dipandu oleh beberapa mentor. Jika memang lebih, akan
masuk kelas di bulan berikutnya.
Oke, apa yang akan kalian dapatkan dengan mengikuti kursus ini?
1. Sebelum mengikuti kelas, kamu harus siapkan naskah cerpenmu dulu yang
nantinya akan dibantai oleh mentor.
2. Setelah naskahmu dibantai, kamu akan tahu letak kekuarangan naskahmu
serta tulisanmu di mana.
3. Kiat-kiat menulis cerpen yang baik dan benar yang nantinya akan dipandu
oleh mentor yang ahli dalam membuat cerpen di mana karya mereka sudah
berhasil menembus majalah Femina, media dan penerbit mayor lainnya.
4. Kiat-kiat menulis novel. Akan dipandu oleh mentor yang sudah berhasil
menerbitkan naskah novelnya di penerbit mayor seperti Zettu, Indiva dan
Elexmedia.
5. Kamu bisa sharing naskahmu. Kami akan memberikan info cara mengirim
naskah ke penerbit dan memberikan info seputar penerbitan.
Kami juga membuka kelas "Bimbingan Menulis Novel". Biaya Rp100.000
(Seratus Ribu Rupiah). Peserta juga dibatasi maksimal 10 orang saja.
-Peserta DIWAJIBKAN menulis novel dalam waktu SEBULAN!! Yang
nantinya akan dibimbing oleh mentor
-Setelah naskah selesai. Kami akan memberikan rekomendasi dikirim ke
penerbit apa.
Jadwal Kursus Menulis Online
Minggu Pertama 1. Perkenalan dan setor naskah cerpen 2. Mentor menyerahkan koreksian ke si peserta dan menyuruh si peserta
memperbaikinya 3. Si peserta menyetorkan naskah yang sudah direvisi
Minggu Kedua 1. Kiat-kiat menulis cerpen yang baik dan benar 2. Latihan 3. Latihan
Minggu Ketiga 1. Kiat-kiat menulis novel 2. Latihan 3. Latihan
Minggu Keempat 1. Sharing naskah (Jika memang ada naskah) 2. Info cara mengirim naskah ke penerbit/media 3. Info tentang penerbitan
Jadwal Bimbingan Menulis Novel
Minggu pertama 1. Perkenalan dan setor sinopsis lebih dari satu sinopsis 2. Pemilihan sinopsis yang akan digarap dan mentor menyuruh peserta
membuat outline/sinopsis perbab (Hanya untuk pegangan dan tidak harus
sama dengan sinopsis).
3. Menyetor sinopsis perbab
Minggu Kedua 1. Bila sudah oke. Peserta langsung menulis 3 bab (Bab 1, 2 & 3 maksimal
30 hlaman). 2. Setor Bab 1, 2, dan 3. (Maksimal 30 hlmn) 3. Setor Bab 4, 5 & 6 (Maksimal 30 hlman)
Minggu Ketiga 1. Setor Bab 7, 8, & 9 (Maksimal 30 hlman) 2. Setor Bab 10, 11 & 12 (Maksimal 30 hlman) 3. Ending naskah. (Minimal 100 hlaman)
Minggu Keempat 1. Editor akan memberikan koreksian naskah dari bab satu sampai ending. 2. Pesera menyetor nasah yang sudah dikoreksi 3. Rekomendasi penerbit dan memandu peserta mengirim naskah ke penerbit.
Bagaimana, kamu tertarik? Jika kamu tertarik. Silakan mendaftarkan diri
ke e-mail: writingclasslokamedia@gmail.com, dengan subjek:
Ikut Kursus Menulis Online/Bimbingan Menulis Novel_Nama FB.
Kelas akan dimulai tgl 1 Juni 2016 dan bulan berikutnya untuk peserta baru.
Yuk, daftar! Bagi yang merasa sudah sangat pintar, tidak usah ikut kursus ini.
^_^
Salam,
Redaksi LokaMedia

Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Artikel event menulis Katalog Buku Kirim Naskah Kumpulan Cerita Kursus Menulis Online Literasi Novel novelet Review Buku & Film Tentang Kami Wawancara Penulis

recent posts

Blog Archive

  • ►  2017 (62)
    • ►  Oktober (44)
    • ►  April (11)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (6)
  • ▼  2016 (24)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (16)
    • ▼  Juni (6)
      • Berbagi Dunia Literasi dengan Adinda Amara
      • Kiat-kiat Menulis Novel
      • Mendalami Karakter Dalam Novel
      • Tentang Kami
      • Kiat-Kiat Menulis Cerpen
      • Kursus Menulis Online & Bimbingan Menulis Novel di...
    • ►  Februari (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by BeautyTemplates