Pentingkah Outline dalam Menulis Novel?

by - 22.57








Oke, apa kabar Sobat Loka? 
Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana penting atau tidaknya membuat outline atau kerangka tulisan. Sebelum itu siapin dulu kopi sama camilannya, ya. *Tuang kopi ke gelas*

Dalam dunia kepenulisan, outline masih menjadi perbincangan seru, karena ada yang berpendapat outline tidak begitu penting, yang penting ide itu mampu diingat. Tapi ada juga yang berpendapat, kalau outline adalah salah satu solusi saat penulis mendapatkan writer's block.

Nah, di sini saya ingin sedikit meluruskan, karena untuk penulis sekelas Raditya Dika dan Dee Lestari terkadang mereka juga memakai outline, tapi untuk apa? Kan mereka udah jago banget nulisnya.

Kata Raditya Dika menulis itu banyak bengongnya, mungkin berpikir masalah ide atau yang lainnya, tapi ide dan pikiran bisa berubah-ubah, jadi penting membuat kerangka tulisan.

Pada sisi lain, ada juga penulis yang menulis mengalir begitu saja, tanpa outline sekalipun, contohnya Hemingway dan Buya Hamka. Mereka legendaris dalam menulis, jadi ingatan mereka sudah tidak bisa diragukan lagi. 

Nah, untuk kamu dan untuk saya yang merasa belum sekelas penulis-penulis di atas, apa yang harus dilakukan? Jawabannya adalah coba pakailah outline. Karena writer's block bisa datang kapan saja, jadi penting bagi saya untuk membuat outline. 

Sekali lagi ini hanya masalah pilihan, jadi boleh dipakai boleh tidak. Nah yang mau pakai outline, saya akan kasih bagaimana cara membuat outline yang baik dan asyik.


1. Buatlah penokohan



Kenapa harus tokoh dulu? Jelas dong, karena nanti tokoh kitalah yang akan menjalankan outline terlebih dahulu. Buat beberapa karakter, dari antagonis sampai protagonis.


Kalau saya biar asyik pakai gambar, atau foto artis-artis yang cocok untuk memerani tokoh yang kita buat, kesannya biar kaya sutradara gitu. Haha. *Seruput kopi*











2. Lokasi atau tempat

Dan yang gak kalah penting, tempat untuk di mana tokoh-tokoh itu akan mulai ditaruh. Ambil lokasi-lokasi yang kamu kuasai, seperti tempat kamu tinggal, pasar, taman bermain, kafe, atau yang lain-lain. Sisipkan setiap tempat itu dalam bab-bab penting, mau pembukaan, problem, atau apa pun. Satukan dengan jalan cerita tokoh.

Kalau saya suka ambil foto-fotonya dulu, lalu taruh di bab yang akan kita tuliskan, kalau kata penulis lain sih,  ~biar lebih mengkhayati aja~






3. Susun adegan.

Nah, dari setiap cerita katakanlah ada 5 metode  yang pasti kita temukan:
*1* pertemuan/pengenalan
*2* isi cerita
*3* konflik
*4* solusi
*5* ending
 Terkadang juga ada yang beda-beda sih, itu tergantung cerita apa yang mau kamu buat. Susun adegan itu sesuai dengan cerita yang pas. Kamu harus menyusun dari awal sampai akhir, walaupun sedikit sulit, tapi mau tidak mau, ada atau tidak ada ide, buatlah dulu susunan adegannya.  Buatlah yang paling sederhana dulu sampai yang paling rumit. Kalau saya biar lebih asyik, saya buat gambar seperti peta dari Google Maps, yang ada tanda panah ke kanan dan ke kiri, dari awal sampai tempat tujuan. Walau sedikit aneh, tapi sederhana dan simple saya ingat.






4. Rangkum semuanya menjadi outline


Image result for kerangka cerita

Ini tahap terakhir. Setelah dapat apa yang tiga di atas itu? Kamu tinggal bikin outline-nya. contohnya adalah:
~*~Pengenalan   : Tokoh 1 dan 2 bertemu di sebuah kafe.

~*~Isi cerita        : Keduanya saling jatuh cinta

~*~konflik           : Tokoh ke-3 (antagonis) muncul dan merusak hubungan mereka

~*~solusi             : Mereka mencari cara agar tetap bersatu (tokoh 1 dan 2)

~*~ending?         : Akhirnya mereka berhasil bersatu (happy ending) atau mereka akhirnya                                   harus terpisah (sad ending)


Nah, mungkin itu sedikit contoh dari outline sederhana yang saya berikan, selebihnya? itu kreasi teman masing-masing. Ada yang mau pakai gambar, foto, video, rekaman, dan coret-coret sekalipun, terserah, itu bagaimana nyamannnya teman-teman aja.

Saran saya, banyak-banyaklah mencari referensi, agar jalan cerita tidak terlalu mudah ditebak, banyaklah baca buku dan banyaklah menulis. Itu kunci penulis hebat. Jadi untuk yang sering ngeluh kenapa stuck di tempat atau datang tiba-tiba writer's block? Membuat outline salah satu solusinya.


Sekian dari Mika, Terima kasih ^_^ 


Artikel by Tama Giri

You May Also Like

0 komentar