Untuk penulis yang baru saja mengenal dunia literasi, pasti akan bertanya-tanya, apa itu outline. Oke, saya akan memberikan penjelasan singkat tentang outline.
Outline atau bahasa mudah itu kerangka cerita. Jadi, sebelum naskah ditulis, tentunya kita tidak bisa menulis secara asal-asalan, harus kita buat dulu outline-nya. Poin-poin penting dalam tiap bab, itulah outline.
Kegunaan outline adalah untuk menuntun penulis agar tidak kehilangan arah ketika menulis. Karena banyak sekali penulis yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan karena tidak tahu harus dilanjutkan seperti apa. Tentunya tidak ingin mengalami hal itu, bukan? Karena itu, mulailah membuat outline terlebih dahulu.
Saya akan memberikan contoh outline agar tidak ada yang bingung bagaimana caranya membuat outline.
Bab 1:
· Mei bertemu Riko yang merupakan musuh bebuyutannya sejak kecil.
· Riko mengusili Mei.
· Mei marah dan menampar Riko untuk pertama kalinya.
· Riko langsung jatuh cinta pada Mei begitu ditampar oleh Mei.
Bab 2:
· Riko menembak Mei untuk jadi pacarnya.
· Mei kaget dan semakin marah karena mengira Riko masih mengusilinya.
· Mei melihat Kak Rey, kakak kelasnya, di kejauhan dan langsung menghampirinya.
· Mei mengatakan pada Riko bahwa Kak Rey adalah kekasihnya.
· Riko dan Kak Rey langsung kaget mendengar kata-kata Mei
Oke, seperti itulah contoh outline.Poi-poin penting dalam tiap bab. Semoga bermanfaat. J
Penulis
Desi Tri Rahmawati

0 komentar