• Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Catatan kecilku 2

facebook google twitter tumblr instagram linkedin
Hola,
Bagi kamu yang ingin mewujudkan mimpi jadi penulis dan bisa menerbitkan hasil karya sendiri, Loka Media membuka pengiriman naskah lagi, lho. Masih dengan jalur seleksi. Loka Media juga kerja sama dengan Choco Books bagi kamu yang ingin menerbitkan secara berbayar, tanpa seleksi. 

Oke, langsung aja, yuk!

Berikut syarat mengirim naskah ke Loka Media & Choco Books


1. Loka Media hanya menerima naskah novel baik fiksi maupun nonfiksi. Kami tidak menerima naskah fanfiction.
2. Naskah orisinil, bukan plagiat ataupun saduran
3. Genre Bebas
4. Siapkan naskah novelmu dengan jumlah 100-200 halaman ukuran A4
5. Ketik naskahmu di Word document, menggunakan font Candara, 12 pt, spasi 1,5 cm, margin normal. Tulisan rata kiri-kanan (justify).
6. Sinopsis (ringkasan cerita dari awal sampai akhir), naskah, dan biodata penulis jadikan satu file word document. Cantumkan No. HP yang aktif, media sosial Facebook, Instagram, akun Wattpad dan Twitter jika memang ada di biodata penulis.
7. Boleh mengirimkan naskah yang sudah di-publish di media sosial seperti Wattpad ataupun Blog dengan syarat apabila diterima dan diterbitkan, naskah yang di-publishdi media sosial harus di-delete.
8. Kirim naskahmu ke e-mail: redaksilokamedia@gmail.com
Dengan subjek e-mail:
Penawaran Naskah_Judul Naskah_Nama Penulis
Contoh: Penawaran Naskah_Cewek Hujan_Vie Devh
9. Keputusan naskah diterbitkan atau tidak, 1-6 bulan tergantung dari antrean naskah.
10. Royalty 15% dari harga jual buku
11. Bukti Terbit untuk penulis 1 (satu) eksemplar (Biaya ongkos kirim ditanggung oleh penerbit)
12. Untuk sementara novelmu akan dipasarkan di media sosial seperti Facebook, Instagram dan toko buku online. Mau tidak mau penulis harus turut mempromosikan serta menjual buku karyanya sendiri dan tidak selalu mengandalkan penerbit.
13. Biaya penerbitan ditanggung oleh penerbit


Yuk, kirimkan naskahmu! ^_^


 1.   Kami menerbitkan naskah baik novel, novelette, kumpulan puisi, kumpulan cerita, dongeng dan novel anak.
2.      Kami tidak menerbitkan majalah, buku pelajaran, komik dan fanfiction
3.      Genre bebas
4.      Naskah orisinil, bukan plagiat ataupun saduran
5.      Tidak menyinggung SARA
6.      Naskah diketik di Microsoft Word, kertas A4, spasi 1,5 TNR, 12 pt, tulisan rata kiri-kanan (justify),margin normal.
7.      Tebal halaman untuk novel 70-250 hlm.
Novel anak, 40-60 hlm.
Kumpulan Cerita, Kumpulan Dongeng & Kumpulan Puisi 70-120 hlm.
Novelet 40-120 hlm.
8. Naskah, sinopsis, blurb dan profil penulis satukan dalam bentuk word document.
9.      Royalty 20% dari harga jual

Silakan pilih paket Choco Books:
1.            Paket Devh Rp250.000,-
Fasilitas: (Editing, Layout, Cover & ISBN)
2.            Paket Laurel Rp300.000,-
(Editing, Layout, Cover, ISBN & Bukti Terbit 1 eks)
3.            Paket Reieru Rp400.000,-
(Editing, Layout, Cover, ISBN & Bukti Terbit 2 eks)
4.            Paket Awan Rp500.000,-
(Editing, Layout, Cover, ISBN & Bukti Terbit 4 eks)
5.            Paket Febriana Rp600.000,-
(Editing, Layout, Cover, ISBN & Bukti Terbit 6 eks)
6.            Paket Kenanga Rp700.000,-
(Editing, Layout, Cover, ISBN & Bukti Terbit 8 eks)
7.            Paket Akai Rp800.000,-
(Editing, Layout, Cover, ISBN & Bukti Terbit 10 eks)
8.            Paket Deta Rp900.000,-
(Editing, Layout, Cover, ISBN & Bukti Terbit 12 eks)
9.            Paket Rahma Rp1.000.000,-
(Editing, Layout, Cover, ISBN & Bukti Terbit 14 eks)
10.        Paket Lembayung Rp1.200.000,-
(Editing, Layout, Cover, ISBN & Bukti Terbit 20 eks)
11.         Paket Ray Rp1.600.000,-
(Editing, Layout, Cover, ISBN & Bukti Terbit  30 eks)


Kertas bookpaper 57/72 gram. Laminasi doff (Biaya ongkos kirim ditanggung oleh penulis).


Kirimkan naskahmu ke e-mail:
redaksichocobooks@gmail.com
Dengan subjek:
Paket Choco Books_Jenis Naskah_Judul_Nama Penulis
Contoh:
Paket Laurel_Novel_Tentang Cinta yang Tak Biasa_Dwi Rahmi W

-Naskah akan diproses jika penulis sudah melakukan pembayaran dan mengirimkan bukti transfer ke e-mail redaksi
- Naskah diproses 1 bulan, selambat-lambatnya 3 bulan tergantung dari antrean dan kerapian naskah.

Yuk, terbitkan naskahmu di Choco Books! ^_^


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Antara penulis yang satu dengan yang lain pasti memiliki kebiasaan-kebiasaan yang berbeda sebelum melakukan kegiatan menulis. Istilah kerennya itu, ritual sebelum menulis. Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan penulis sebelum melakukan kegiatan menulis.

Pertama, menyiapkan camilan. Bagi penulis, camilan merupakan hal wajib yang harus disiapkan. Untuk persiapan ada serangan lapar mendadak di tengah keasyikan menulis. Dan biasanya penulis malas beranjak dari tempatnya duduk walau hanya sekadar mengambil makanan. Karena itu menyiapkan camilan terkadang wajib dilakukan penulis.
Kedua, musik. Ini adalah hal terpenting yang harus disiapkan penulis untuk menjaga mood. Terkadang ketika kita menulis, rasa jenuh pasti menyerang. Padahal ide sudah bertumpuk di kepala. Karena itu, untuk mengusir rasa jenuh itu, dengarkanlah musik sejenak. Setelah pikiran fresh, lanjutkan menulis.
Ketiga, buku karya sendiri atau buku karya teman penulis. Ini sangat penting sebagai penambah semangat bagi penulis untuk segera menyelesaikan naskahnya.
Itulah beberapa kebiasaan yang dilakukan penulis sebelum menulis. Nah, kebiasaan mana yang merupakan kebiasaanmu? Semoga bermanfaat. J


Penulis

Desi Tri Rahmawati
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Untuk penulis yang baru saja mengenal dunia literasi, tentu bingung dengan istilah deskripsi. Nama lainnya adalah narasi. Tanpa ada deskripsi, naskah yang kita tulis bukanlah naskah novel.
Dalam naskah novel, deskripsi berfungsi untuk menggambarkan setting dan karakter tokoh cerita. Deskripsi sangat penting. Tanpa adanya deskripsi, kita akan kesulitan memberikan gambaran pada pembaca.

Dalam penulisan naskah novel, janganterlalu banyak menggunakan deskripsi karena akan membuat pembaca menjadi bosan. Bisa dibilang porsi deskripsi dan dialog harus seimbang. Terlalu banyak dialog juga tidak bagus karena akan terkesan seperti naskah drama.
Jangan menulis deskripsi yang terlalu berbelit-belit. Pilihlah diksi yang tepat agar pembaca tidak bosan dan menjadi tertarik untuk membaca sampai selesai.
Itulah pengertian deskripsi yang bisa saya jabarkan. Semoga bermanfaat. J


Penulis

Desi Tri Rahmawati
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Sebelum mengirimkan naskah ke penerbit, alangkah baiknya penulis melakukan self editing terlebih dahulu. Apa itu self editing? Self editing adalah meng-edit nakah atau mengoreksi naskah sendiri sebelum dikirim ke penerbit.

Self editingsangat penting karena siapa tahu saja ada typo di dalam naskah kita. Perlu ketelitian saat kita melakukan self editing. Sangat fatal jadinya kita tidak melakukan self editing terlebih dahulu.
Naskah harus sempurna ketika kita kirimkan ke penerbit. Kalau merasa kita kurang teliti, bisa minta tolong teman penulis untuk mengoreksi naskah kita sebelum dikirimkan ke penerbit. Karena kalau ada kesalahan sedikit saja, akan berakibat sangat fatal pada naskah kita. Bahkan ada kemungkinan naskah kita termasuk dalam daftar naskah yang ditolak penerbit. Tentunya kita tidak ingin mengalami hal tersebut bukan? Karena itulah, lakukan self editing terlebih dahulu sebelum mengirim naskah ke penerbit.
Itulah pentingnya self editing bagi penulis. Semoga bermanfaat. J

Penulis

Desi Tri Rahmawati
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Stuck, atau istilah lainnya jenuh. Memang, terkadang ketika kita menulis, rasa jenuh pasti akan datang. Jangan khawatir. Bukan hanya kamu kok yang mengalaminya. Penulis lain juga mengalami hal itu. Bahkan penulis senior pun, yang sudah melahirkan banyak buku, juga akan mengalami masa-masa jenuh.

Bagaimana mengatasinya? Semua masalah pasti memiliki jalan keluar. Termasuk stuck ini.
Pertama, berhentilah menulis sejenak. Dan cobalah untuk jalan-jalan. Tidak perlu terlalu jauh, cukup di sekitar lingkunganmu saja. Untuk refreshing pikiran. Agar ide mengalir lagi.
Kedua, dengarkanlah musik untuk mengatasi rasa bosanmu. Jangan musik yang terlalu berat. Lebih bagus lagi kalau musik klasik yang katanya bisa menenangkan pikiran. Kalau kamu tidak begitu suka musik klasik, dengarkan saja musik yang kamu suka.
Ketiga, baca buku. Eits, baca buku bukan berarti malam menambah stress lho. Justru dengan kamu membaca buku, kamu akan termotivasi untuk menghasilkan karya seperti buku yang kamu baca. Kamu akan menjadi lebih bersemangat lagi untuk menyelesaikan naskahmu.
Keempat, nonton film. Upss, asal jangan keterusan saja yaa, hehehe .... Menonton film bisa membuat otakmu kembali segar. Dan siapa tahu ada ide yang melintas di otak untuk kamu tambahkan ke dalam naskah.
Oke, itulah beberapa cara untuk mengatasi stuck.Semoga bermanfaat. J


Penulis

Desi Tri Rahmawati
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Terkadang buat penulis pemula, bingung tentang apa itu POV. Nama lainnya adalah Sudut Pandang, yaitu gaya penceritaan si penulis dalam naskahnya. Sudut pandang ada 3 jenis.
Sudut pandang orang pertama yaitu, si penulis memosisikan dirinya sebagai tokoh utama dalam naskah yang ditulisnya. Kata ganti yang digunakan adalah ‘aku’ dan ‘saya’. Sudut pandang ini banyak sekali digunakan oleh penulis, terutama untuk naskah cerpen. Karena cerpen tidak panjang ceritanya, dan tidak banyak konflik, yang tentu saja sudut pandang ini nyaman digunakan.

Sudut pandang orang kedua yaitu, si penulis memosisikan dirinya sebagai pendamping tokoh utama dalam naskah yang ditulisnya. Kata ganti yang digunakan  adalah ‘kau’ dan ‘kamu’. Sudut pandang ini paling susah diterapkan dan jarang sekali dipakai. Kalau kalian penulis pemula, jangan coba-coba memakai sudut pandang ini, kalau tidak mau terjebak.
Sudut pandang orang ketiga yaitu, si penulis memosisikan dirinya sebagai orang luar yang mengawasi tokoh utama dan tokoh-tokoh lainnya. Kata ganti yang digunakan adalah ‘dia’ dan ‘ia’. Sudut pandang ini yang paling sering kita jumpai pada novel. Kaenapa novel lebih banyak menggunakan sudut pandang ini? Karena novel memiliki alur yang rumit, dan konflik yang beragam. Tentu saja harus memakai sudut pandang ini. Biar penulis bisa memerhatikan banyak hal dan tidak mengalami kesulitan dalam pengolahan kata dan diksi yang digunakan dalam naskah.
Demikian penjelasan singkat saya tentang sudut pandang. Semoga bermanfaat. J


Penulis
Desi Tri Rahmawati
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Untuk penulis yang baru saja mengenal dunia literasi, pasti akan bertanya-tanya, apa itu outline. Oke, saya akan memberikan penjelasan singkat tentang outline.
Outline atau bahasa mudah itu kerangka cerita. Jadi, sebelum naskah ditulis, tentunya kita tidak bisa menulis secara asal-asalan, harus kita buat dulu outline-nya. Poin-poin penting dalam tiap bab, itulah outline.

Kegunaan outline adalah untuk menuntun penulis agar tidak kehilangan arah ketika menulis. Karena banyak sekali penulis yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan karena tidak tahu harus dilanjutkan seperti apa. Tentunya tidak ingin mengalami hal itu, bukan? Karena itu, mulailah membuat outline terlebih dahulu.
Saya akan memberikan contoh outline agar tidak ada yang bingung bagaimana caranya membuat outline.
Bab 1:
·         Mei bertemu Riko yang merupakan musuh bebuyutannya sejak kecil.
·         Riko mengusili Mei.
·         Mei marah dan menampar Riko untuk pertama kalinya.
·         Riko langsung jatuh cinta pada Mei begitu ditampar oleh Mei.
Bab 2:
·         Riko menembak Mei untuk jadi pacarnya.
·         Mei kaget dan semakin marah karena mengira Riko masih mengusilinya.
·         Mei melihat Kak Rey, kakak kelasnya, di kejauhan dan langsung menghampirinya.
·         Mei mengatakan pada Riko bahwa Kak Rey adalah kekasihnya.
·         Riko dan Kak Rey langsung kaget mendengar kata-kata Mei
Oke, seperti itulah contoh outline.Poi-poin penting dalam tiap bab. Semoga bermanfaat. J


Penulis

Desi Tri Rahmawati
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Masalah lainnya yang dialami penulis adalah membuat judul naskah. Terkadang banyak penulis yang mengalami kesulitan dalam membuat judul naskah yang ditulisnya. Bagimana cara membuat judul naskah yang pas? Tentunya judul naskah harus sesuai dengan isi naskah. Intinya tuh mencakup keseluruhan isi naskah. Judul yang singkat, padat dan jelas. Judul adalah yang dilihat pertama oleh seorang editor ketika naskahmu kamu kirimkan ke penerbit. Kalau judulnya saja tidak terlihat menarik, bagaimana editor akan tertarik membaca naskahmu?

Biasanya editor paling cerewet soal judul. Karena itu untuk jaga-jaga, sebelumnya kamu siapin 2 judul lain sebagai alternatif. Judul naskah tidak harus menggunakan bahasa Inggris, judul dengan menggunakan bahasa Indonesia pun juga bagus kalau dibuat semenarik mungkin.
Karena itu, sebelum menulis naskah, tentukan dulu judul naskahmu beserta 2 judul alternatif. Setelah menentukan judul, barulah menulis naskah. Coba perbanyak membaca buku, agar mengetahui judul-judul yang menarik itu seperti apa.
Itulah tips membuat judul naskah yang menarik. Semoga bermanfaat. J


Penulis

Desi Tri Rahmawati
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Terkadang ada beberapa penulis yang bingung kapan menggunakan italic dalam tulisannya. Italicatau bisa dibilang tulisan yang dimiringkan tidak bisa digunakan sembarangan. Karena fungsinya berbeda. Italic bisa digunakan ketika ada percakapan melalui telepon, dialog lawan bicara bisa di-italic. Italic juga digunakan untuk kata dalam hati, itu untuk membedakan mana deskripsi, dan mana kata dalam hati. Italic juga digunakan pada kata-kata asing, termasuk kata-kata daerah.
Contoh penggunaan italic untuk percakapan melalui telepon:
Tiba-tiba ponselku berdering. Kulihat layar ponsel, ternyata Ilham. Segera kutekan tombol jawab.
“Ada apa, Ham?” tanyaku sembari meletakkan buku yang kubaca.
“Nggak ada perlu apa-apa,sih. Aku hanya kangen sama kamu,” balas Ilham.
Aku tersenyum. “Kamu ini aneh. Kan kita baru aja ketemu tadi.”
“Namanya juga kangen. Ya nggak bisa ditebak kapan datangnya, ‘kan?”
Jawaban Ilham membuatku tertawa kecil. Laki-laki ini memang paling tahu cara menggodaku.

Contoh penggunaan italic untuk kata dalam hati:
Gadis itu lagi-lagi menghela napas. Sorot matanya berubah sendu. Perlahan ia berdiri lalu melangkahkan kakinya dengan tertatih-tatih. Tiba-tiba ia jatuh tersungkur.
Kenapa aku harus mengalami semua ini, Tuhan? Apa salahku? Ini sungguh tidak adil! Gadis itu terisak pelan.
Contoh penggunaan italic untuk kata-kata asing:
1.      Riko sepertinya berjalan ke arahku. Tunggu dulu! Kenapa Riko menghampiriku? Memang ada alasan apa dia menemuiku? Nothing!Aku menertawakan diriku sendiri yang begitu percaya dirinya merasa spesial sampai seorang Riko menghampiriku.
2.      “Soulmate. Ya, ya, ya ... kamu udah bilang ratusan kali ke aku tentang itu,” potongku sebal.
3.      Gadis itu menghela napas. Ia tersenyum. “Arigatou gozaimasu, Fujiwara-san. Aku ... sangat senang ....” Bahu gadis itu berguncang. Pipinya basah.
4.      “Kimi wa dare desuka?” tanyaku seraya menelengkan kepala ke arahnya. Lelaki itu terlihat kaget dengan pertanyaan yang kulontarkan. Ia menunjukku dengan wajah tak percaya.

Itulah beberapa contoh penggunaan italicdalam tulisan yang benar. Semoga bermanfaat.


Penulis
Desi Tri Rahmawati
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Penulis sering kali bingung ketika meletakkan tanda koma atau titik pada dialog sebelum tanda petik tutup. Tanda koma (,) digunakan ketika ada kata ‘jawabnya’, ‘tukasnya’, ‘desisnya’, ‘katanya’, ‘ucapnya’, dll setelah tanda petik tutup. Sedangkan tanda titik (.) digunakan ketika tak ada kata ‘jawabnya’, ‘tukasnya’, ‘balasnya’, dll setelah tanda petik tutup.

Contoh dialog dengan penggunaan tanda koma sebelum tanda petik tutup:
1.      “Aku ingin bertemu denganmu. Ada hal yang sangat penting ingin kubicarakan denganmu,” tukas Galih sembari menatap mata Halimah dengan lembut.
2.      “Mungkin yang kurasakan ini adalah cinta. Tapi aku juga tidak yakin apa ini cinta. Karena aku sendiri tidak paham tentang cinta,” ucap May sembari memejamkan mata, berusaha untuk mencari jawaban atas kebingungannya itu.
3.      “Kau tahu? Tak ada yang lebih berarti bagiku selain kau yang saat ini berada di sisiku,” bisik Fiko lembut di telinga Chika.

Contoh dialog dengan penggunaan tanda titik sebelum tanda petik tutup:
1.      “Aku ingin mengahiri hubungan kita. Bukan karena apa-apa, hanya saja aku sudah merasa tidak nyaman lagi berada di dekatmu.” Kai mengembuskan napas dengan berat seraya menatap tajam mata Alisya.
2.      “Aku tidak suka melihatmu bersama laki-laki lain. Aku ingin kau selalu melihatku. Hanya aku.” Ryo menatap Yuka dengan mata sendu.
3.      “Apa kau tak bisa memberiku kesempatan kedua? Aku rasa, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua.” Dio menggenggam tangan Lita dengan lembut, berharap gadis itu memberinya kesempatan kedua.

Itulah perbedaan penggunaan tanda titik (.) dan tanda koma (,) pada dialog sebelum tanda petik tutup (”). Semoga bermanfaat.


Penulis
Desi Tri Rahmawati
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Saat saya mengoreksi naskah, selalu menemukan kesalahan penulisan untuk –di sebagai kata kerja dan –di sebagai keterangan tempat.  Banyak penulis yang masih pemula (baru terjun ke dunia literasi) yang sering salah dalam penulisan ini. Ada perbedaan di antara –di sebagai kata kerja dan –di sebagai keterangan tempat.
Contoh –di sebagai kata kerja adalah:
1.      Dipukul
2.      Dibentak
3.      Disapu
4.      Dicuci
5.      Dibaca
6.      Ditulis
dsb


Contoh –di sebagai keterangan tempat adalah:
1.      Di mana
2.      Di sana
3.      Di sini
4.      Di antara
dsb.

Terkadang banyak penulis yang salah dalam menuliskan –di untuk keterangan tempat. Penulisan –di yang seharusnya dipisah, malah sering sekali saya temukan penulisan –di digabung untuk keterangan tempat.
Demikian juga dengan penulisan –ke sebagai keterangan tempat. Sering saya temukan digabung. Padahal yang benar adalah dipisah. Sama halnya dengan –di untuk keterangan tempat.
Contoh –ke sebagai keterangan tempat adalah:
1.      Ke mana
2.      Ke sana
3.      Ke sini

Itulah penulisan –di dan –ke yang benar sesuai dengan KBBI. Semoga bermanfaat.



Penulis
Desi Tri Rahmawati
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Artikel event menulis Katalog Buku Kirim Naskah Kumpulan Cerita Kursus Menulis Online Literasi Novel novelet Review Buku & Film Tentang Kami Wawancara Penulis

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2017 (62)
    • ►  Oktober (44)
    • ▼  April (11)
      • Kirim Naskah
      • Kebiasaan-kebiasaan Penulis Sebelum Menulis
      • Mengenal Deskripsi
      • Pentingnya Self Editing
      • Mengatasi stuck dalam menulis
      • Mengenal POV atau Sudut Pandang
      • Mengenal Outline
      • Membuat Judul Naskah
      • Penggunaan Italic yang Tepat
      • Penggunaan tanda koma dan titik pada dialog sebelu...
      • Penulisan –di yang benar sebagai kata kerja dan k...
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2016 (24)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (16)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Februari (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by BeautyTemplates